Sabtu, 07 Juni 2014

TASK BASED INSTRUCTION AND TEXTBOOK ASSIGNME

OLEH EVA RATNA SARI
Task Based Instruction adalah sebuah metode pengajaran yang khusus untuk mengajarkan bahasa yang merupakan metode yang masih tradisional dan keuntungannya dapat diaplikasikan dan digabungkan dengan metode yang lainnya. Namun metode ini sering membuat murid bingung karena banyaknya instruksi yang diberikan. Dan satu hal yang sangat perlu untuk didingat oleh para guru yaitu dalam memberikan instruksi harus jelas agar murid mengerti bagaimana mereka mengerjakan tugas mereka.

Sedangkan metode yang kedua, Textbook Assignment, dimana buku merupakan pusat dari pembelajaran dengan menggunakan metode ini. Namun sayangnya, masih banyak sekolah yang belum mampu untuk memberikan buku  pelajaran kepada muridnya.

Penjelasan dari Eva sudah bagus dan dapat saya mengerti hanya saja Eva tidak ada menampilkan simulasi.

PORTFOLIO

OLEH NURUL HIDAYANI
Metode ini adalah metode yang mudah untuk dipahami karena pada beberapa mata kuliah telah ada dosen yang menerapkan metode ini sehingga secara langsung saya dapat menyimpulkan pengertian dari metode portfolio yang dipresentasikan oleh Nurul Hidayani ini. Melalui presentasi Nurul, saya dapat menyimpulkan bahwa portfolio adalah sebuah metode pembelajaran dimana murid harus mengumpulkan semua tugas-tugasnya yang dia buat selama proses kegiatan belajar berlangsung.

Ada dua jenis portfolio yaitu yang berbentuk dokumen, yang merupakan portfolio berbentuk kertas dan buku/dokumen, yang isinya bisa berupa nilai ulangan, gamabr, grafik, diagram, tulisan-tulisan, latihan, soal, PR dan lainnya sedangkan portfoilo lainnya berbenuk performance atau penampilan bisa berupa drama, presentasi, menyanyi, puisi dan lainnya yang bisa dikumpulkan rekaman atau videonya.
Kemudian ada juga portfolio yang berorientasi pada proses yaitu portfolio yang menilai semua perkembangan siswa dari awal, tengah hingga akhir dan juga portfolio product yang menilai hasil yang dikumpulkan siswa pada akhir tahun ajaran.

Nurul menjelaskan metode ini dengan sangat baik dan mudah untuk saya mengerti. Meskipun menggunkan bahasa Inggris, namun ia menggunkannya dengan sederhana sehingga kami dapat mengerti tentang yang ia presentasikan dan pengucapannya juga jelas dan mampu menguasai kelas. Dia juga menguasai bahan dan mampu menjawab semua pertanyaan dengan jelas dan tidak berbelit-belit.

LEXICAL APPROACH

OLEH MASNUR
Metode ini dijelaskan oleh Masnur dengan cara yang kreatif meski memakan waktu yang sangat lama. Dari penjelasannya, saya dapat menyimpulkan bahwa Lexical Approach adalah sebuha pendekatan untuk menambah kosa kata dalam bahasa asing bagi anak. Dalam presentasinya, masnur memerintahkan para peserta untuk merangkai kalimat menggunakan kata yang kami dapat sehingga dengan kata lain, melalui pendekatan ini, murid selain mampu untuk mendapat kosa-kata baru, murid juga mampu menggunakan kosa kata tersebut terlebih lagi ia tahu jenis dari kata itu.


Dari penjelasannya pula, ada empat isi dari teori Lexical Approach itu yakni teori mengenai chunk, collocation, fixed phrase dan idiom. Masnur menjelaskan semua itu serta memberikan contoh dan membuat game dimana kami mendapat salah satu teori dan mencari kata-katanya untuk kemudian ditebak arti dari kata-kata itu oleh kelompok lain.

SMALL GROUP AND LARGE GROUP

OLEH JULIANA
Small group adalah metode dimana perbedaannya bisa dilihat dari banyak sedikitnya murid yang ikut atau berada dalam pembelajaran tersebut. Menurut presentasinya Juliana, suatu kelas dapat dikatakan sebagai Small Group bila jumlah siswa yang belajar dalamnya berjumlah sekitar 12-25 orang sedangkan yang lebih dari itu dinamakan Large Group.

Untuk Small group, juliana memberikan contoh seperti pembelaajran di dalam kelas sedangkan untuk Large Group seperti sebuah seminar dimana pesertanya banyak dan pembelaajran dipusatkan kepada gurunya sedangkan dalam small group pembelaajran tetap dipusatkan pada siswanya. Jadi, small group ini lebih mudah bagi gurunya untuk mengatur semua siswanya dan dapat dengan mudah mengontrol keadaan kelas hingga kelas menjadi lebih kondusif. Murid juga mudah untuk bertanya dan dapat langsung dijawab, segala aktifitas murid dapat diamati oleh guru.
Sedangkan untuk Large Group, karena banyaknya siswa yang diajari dalam satu pertemuan, maka sangat sulit bagi guru untuk mengamati smeua gerak gerik siswa dan banyak siswa yang merasa bosan dan tak memperhatikan materi hingga membuat kelas menjadi ricuh dan ribut. Selain itu, tidak smeua pertanyaan bisa diajukan karena terbatasnya waktu.

Juliana sudah menjelaskan metod ini sangat baik dan bahan yang dia sampaikan juga snagat lengkap dan saya mengerti tentang penjelasannya. Dia menggunakan bahasa inggris yang mudah untuk dipahami walaupun dalam membahas materinya ia mash sering membaca buku panduan, namun ia sangat menguasai bahan yang sedang ia presentasikan.

COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING

OLEH FARIZAL FADIL
Fadil memulai presentasinya dengan menunjukkan sebuah gambar dan meminta peserta untuk menebak gambar tersebut dan ternyata itu adalah gambar jokowi. Kemudian Fadil meminta peserta untuk menjelaskan tentang gambar itu yaitu menjelaskan tentang Jokowi. Kemudian dia menjelaskan yang dia lakukan tadi adalah mnegacu kepada metode yang akan dia jelaskan yaitu Communicative Language Teaching.

Fadil pada powerpoinnya menjelskan bahwa metode CLT ini adalah metode yang menekankan adanya interkasi yang terjadi dan materi pembelajarannya adalah situasi yang terjadi pada kehidupan sehari-hari, seperti contih sebelumnya ia menggunakan Jokowi sebagai materi pembelajaran. Dan adapun tujuan dari penggunaaan metode ini adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam berkomunkasi.

Fadil sangat cepat melakukan presentasi dan materi yang dia sampaikan juga snagat sedikit membuat saya sebenarnya belum begitu memahami tentang apa yang dia jelaskan.

CONTENT BASED INSTRUCTION

OLEH MULIANANDA YANI
Metode CBI ini dipresentasikan oleh Mulia yang dalam presentasinya ia mulai dengan dialog interaktif dengan cara bertanya jawab mengenai etode pembelajaran yang dia presentasikan. Kemudian ia menjelaskan tentang sejarah dan perngertian dari metode ini. Adapun metode ini berasal dari metode lain yang lebih dahulu ada seperti metode Grammar Translation Method dan Audiolingual Method. Ia  memberikan defenisi bahwa metode ini adalah metode yang menggunakan instruksi dalam pembelajaran.

Untuk melakukan metode ini di dalam kelas, yang pertama yang harus dilakukan oleh guru yaitu guru harus memilih topik yang akan dia gunakan sebagai materi pembelajaran, kemudian guru memberikan beberapa sumber yang berkaitan dengan materi pembelajaran itu. Dan memberikan instruksi kepada siswa untuk mencari topik pada sumber yang telah diberikan kepada siswa tersebut. Setelah tugas yang diberikan itu selesai, maka siswa harus mempresentasikannya.

Mulia menjelaskan metode ini dengana jelas dan mudah untuk saya mengeti, hanya saja suaranya kecil sehingga masih ada peserta lain yang ribut dan berbicara.

PROBLEM BASED LEARNING

OLEH NUR AFNI
Metode ini dijelaskan oleh Nur Afni. Menurut saya metode ini adalah metode yang lumayan susah namun Afni hanya sedikit menjelaskan metode ini, dia hanya lebih banyak membaca slide power pointnya dari pada menjelaskan materinya dengan bahasa dan pemahamannya sendiri.

Yang dapat saya cermati dari presentasinya adalah metode ini menggunakan masalah sebagai alat untuk belajar dan metode ini mengharapkan agar dari amsalah siswa dapt ditemukan apa yang mesti diperbaiki dan lebih dikembangkan pada siswa yang memiliki masalah tersebut.

Proses pembelajaran dengan metode ini juga menggunakan kerja kelompok. Jadi, murid bekerja sama menyeleasaikan masalah yang diberikan oleh gurunya. Manfaat metode ini adalah untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar sedangkan kekurangannya waktu lebih banyak dihabiskan dalam menyaksikan tutorial berbicara.