Sabtu, 07 Juni 2014

NEUROLINGUISTIC PROGRAMMING

OLEH ANITA
Anita memulai presentasinya dengan menjelaskan apa itu metode Neurolinguistic Programming atau yang disingkat dengan NLP. Menurut penjelasan Anita, NLP adalah sebuah model pembelajaran dimana polanya berdasarkan perilaku manusia. Anita juga menjelaskan bahwa NLP dapat membantu proses pembelajaran karena NLP bekerja langsung memotivas bagian otak dari manusia sehingga anak menjadi terangsang untuk aktif dalam belajar dan minatnya untuk belejar bertambah.

Ada empat modal yang dapat digunakan sebagai media penyampaian pesan pada penggunaan metode ini yaitu: visual remembered dimana guru memberikan gambar yang dengan melihat gambar tersebut anak menjadi termotivasi untuk belajar dan lebih mudah untuk mengingat pelajaran. Kemudian visual constructed dimana guru menjelaskan tentang materi pelajaran yang disampaikan dengan cara yang mudah untuk dicerna oleh anak. Selanjutnya anita menjelaskan, yang keempat adalah auditory remembered dimana anak diberikan lagu yang merangsang otaknya untuk belajar dan yang terakhir auditory digital.

Sebenarnya metode ini adalah metode yang sangat menarik bagi anak karena berhubungan dengan proses peningkatan mood dan motivasi anak untuk belajar, namun penjelasan dari anita sangat singkat dan materi di power pointnyajuga terbatas. Seharusnya anita menambahkan lagi beberapa poin penting.

Minggu, 01 Juni 2014

DIRECT METHOD

OLEH HAYATUN RIZA
Direct Method adalah merupakan metode belaajr bahasa asing yang menerapkan langsung bahasa asing itu dalam percakapan murid-guru sehari-hari di dalam kelas. Oleh karena itu, metode ini disebut sebagai direct method.

Ada lima poin yang merupakan prinsip-prinsip dari metode direct method. Pertama, metode ini percaya bahwa bahasa itu bisa dibicarakan, sehingga semua bahasa adalah sama cara pembelajarannya, baik itu bahasa ibu ataupun bahasa asing. Kedua, peniruan cara Bahasa kedua haruslah sama dengan cara belajar sebagaimana bahasa ibu dipelajari. Ketiga, tidak boleh ada kata-kata yang tercetak, semua harus bicicarakan secara langsung, bukan dihafal atau ditulis.  Keempat, kata-kata tertulis harus dihindari sebelum kata-kata itu dijelaskan terlebih dahulu secara lisan. Kelima, tidak boleh mempelajari secara fokus grammar apalagi menterjemah.

Kesalahan dan kekurangan terbesar dari metode ini adalah menyamakan bahasa asing dengan bahasa ibu. Karena keduanya dianggap sama, maka metode ini percaya bahwa keduanya bisa dipelajari dengan cara yang sama. Hal ini merupakan kesalahan besar karena bahasa asing tentu tidak bisa dipelajari secara langsung seperti bahasa ibu, karena bahasa ibu merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan siswa sedangkan bahasa asing hanya digunakan sangat terbatas. 

THE GRAMMAR TRANSLATION METHOD


OLEH NURISMA

Ema menjelaskan bahwa metode ini adalah metode yang merupakan metode yang terhitung masih snagat sederhana dan tradisional. Metode ini dipakai untuk mempelajari bahasa mati seperti bahasa-bahasa di Yunani.

Peran grammar sangatlah penting bagi metode ini bahkan grammar telah menjadi kajian utama dalam metode ini sehingga siswa dituntut untuk menguasai grammar dibandingkan harus berbicara dalam bahasa target. Jadi, pembalajaran dilakukan dengan grammar.
Guru dapat memberikan teks dan menyuruh siswa untuk membaca teks tersebut dan kemudian mereka menterjemahkan teks itu berdasarkan grammar yang telah mereka pelajari. Oleh karena itu, peran buku sebagai materi juga sangat penting dalam metode ini.

Penampilan ema dalam memaparkan metode ini lebih lanjut sudah baik, lebih baik daripada materi pertama. Namun ema sepertinya kurang menguasai bahan. Namun, secara umum, penjelasan ema sudah saya mengerti. 

SITUATIONAL LANGUAGE TEACHING



OLEH RIYDHA KARINA
Menurut saya, berdasarkan penjelasan dari Marda dan Riydha, maka antara Oral Approach dan Situational Language Teaching memiliki banyak kesamaan. Metode ini hampir serupa, bahkan sama-sama di dirikan oleh orang yang sama yaitu Harold Palmer dan A.S Hornby. Yang membedakannya adalah metode Oral Approach lebih terstruktur daripada SLT.


Terdapat lima poin mengenai teori dari SLT, yakni penggunaan oral approach dimana guru bisa bertanya tentang sesuatu kepada siswa dan siswa memberikan feedback serta respon, atau guru juga bisa meminta siswa untuk mengulangi apa yang telah guru sampaikan, semua itu merupakan contoh dari penggunaan oral approach yang tentu saja dilakukan dalam bahasa target. Kedua, penggunaan teori behaviorism atau tingkah laku dimana guru sangat memperhatikan tingkah laku siswanya. Ketiga, memfokuskan kepada kemampuan membaca, karena dengan membaca siswa dapat mempelajari grammar. Dan yang terakhir, pemberian kosa kata baru secara bertahap dari yang paling dasar terlebih dahulu.

Kelebihan dari metode ini adalah sangat cocok dan tepat digunakan untuk mempelajarai bahasa baru, dapat berbicara bahasa baru dalam waktu singkat dan dapat membantu siswa mempermudah memahami materi yang telah disajikan. Namun, kekurangannya terdapat pada siswa tidak bisa memilih materi dan tidak adanya keunikan dari setiap individu karena yang siswa lakukan hanya berdasarkan instruksi guru. 

ORAL APPROACH


OLEH MARDA ELY SHINTA
Berdasarkan penjelasan dari marda mengenai Oral Approach, menurut saya, oral approach ini adalah sebuah metode untuk mengajarkan bahasa yang sangat pennting untuk diterapkan di dalam kelas sebab melalui metode inilah bahasa asing dapat diperkenalkan.

Marda memulai presentasinya dengan menjelaskan tentang sejaran munculnya metode Oral Approach ini. Menurt penjelasannya, metode Oral Approach adalam metode yang pertama kali muncul pada tahun 1930-1960 yang diprakarsai oleh dua orang ahli yaitu Harold Palmer dan A.S Hornby.
Terdapat tiga tujuan utama dari diterapkannya metode Oral Approah ini yaitu untuk memperkenalkan bahasa asing yang merupakan bahasa yang baru bagi siswa. Misalnya bahasa Inggris, dalam hal ini kita dapat menyebutkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing dan sebagai bahasa yang hendak dipelajari karena kita sehari-hari tidak menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi. Selain itu, metode ini juga dapat membuat kemampuan murid dalam membaca dan berbicara semakin baik dan bertambah. Karena, guru dalam hal ini akan mendorong siswanya untuk membaca dan berbicara. Selanjutnya, metode ini juga dapat membuat guru mampu mengetahui batas kemampuan setiap siswanya, hal ini karena ketika guru memberikan instruksi dan murid mengerti dan memberikan feedback, guru dapat menilai dari feedback yang diberikan. Bila ia melakukan sesuai instruksi, berarti anak tersebut telah memahami pelajaran yang diberikan sedangkan bila dia malah diam atau balik bertanya, berarti anak itu masih butuh bimbingan lebih lanjut.
Cara untuk mengenalkan bahasa melalui metode ini adalah dengan mengajak anak langsung berbicara dengan bahasa target tanpa belajar grammarnya terlebih dahulu dan tanpa diberitahu artinya terlebih dahulu. Setelah anak mengulang, maka dia akan tahu denagn sendirinya mengenai materi yang sedang dipelajari. Setelah itu, maka guru dapat mengajari murid grammarnya.

Penjelasan yang disampaikan oleh Marda sudah sangat baik dan sangat jelas. Namun waktunya terlalu lama hingga membuat kami bosan. Dan marda juga terkesan sangat monoton dalam menjelaskan.